Home » Blog » Cara Mengatasi Website Lambat dan Kenali Penyebabnya

Cara Mengatasi Website Lambat dan Kenali Penyebabnya

by Aditya Kristyanto

domenico-loia-EhTcC9sYXsw-unsplash

Website lemot atau lambat merupakah salah satu masalah yang sangat mengganggu dan sudah pasti akan mengganggu kinerja bisnis kita. Tapi, bagian paling menyebalkannya adalah kita tidak tahu faktor penyebab website berjalan lambat.

Google sendiri sudah memasukkan page speed sebagai penunjang SEO dan SEM. Sebab, kecepatan website merupakan hal yang signifikan bagi banyak orang. Semakin cepat loading website, pengalaman pengguna akan semakin baik.

Sebaliknya, website lemot akan membuat pengguna meninggalkan laman situs, bahkan sebelum situs Anda utuh terbuka. Akibatnya, usaha Anda untuk mendatangkan orang-orang ke website Anda menjadi sia- sia.
Websweet sebagai jasa pembuatan website terpercaya akan menjelaskan beberapa faktor penyebab website menjadi lemot, sekaligus memberikan solusinya.

Performa Server Kurang Optimal

Ilustrasi Server (Unsplash)

Performa server menjadi kunci penting dari kecepatan website. Server berperan sebagai penyimpan dari semua data website, sekaligus melayani permintaan data dari pengunjung website.
Ada dua faktor utama yang menjadi penyebabnya. Yaitu jenis server yang digunakan dan lokasi server. Apache adalah server yang paling populer untuk saat ini. Meski begitu, LiteSpeed mempunyai performa yang lebih baik, yaitu 84% lebih cepat dari Apache.

Selain jenis server, lokasi server juga berpengaruh pada kecepatan website. Pilihlah lokasi server Indonesia jika pengunjunga mayoritas Indonesia. Namun, jika pengunjung berasal dari beberapa negara berbeda, Anda dapat menggunakan CDN (Content Delivery Network) jaringan server global.

Konfigurasi Salah

Kesalahan konfigurasi kerap membuat website Anda bermasalah dengan munculnya pesan error. Terjadi kesalahan konfigurasi berdampak pada website lemot. Untuk itu, berhati- hatilah ketika melakukan konfigurasi pada website.
Pada website baru, biasanya kita akan terpaku menggunakan pengaturan default dan kemudian akan melakukan beberapa perubahan konfigurasi sesuai kebutuhan untuk meningkatkan performa website.
Beberapa pengaturan yang dapat Anda dimodifikasi antara lain pengelolaan database, manajemen postingan, pengaturan update, dan permalink SEO friendly.

Database Melebihi Kapasitas

Website yang menyimpan terlalu banyak di server akan membuat website lemot. Contohnya, ketika Anda memiliki terlalu banyak postingan dengan banyak file terutama gambar yang berukuran besar.
Penyebab website lemot paling klasik adalah file gambar yang terlalu besar. Tidak jarang juga, file gambar atau lainnya yang sudah tidak digunakan lagi juga masih menumpuk dan akan membebani database.
Hindari gambar dengan rosolusi tinggi. Jika terpaksa, sebaiknya tidak lebih dari 150 pixels. Anda juga bisa mengunakan alat pengoptimasi gambar untuk website seperti ShortPixel, umagay, atau TinyPNG.

Traffic Terlalu Tinggi

Siapa sih yang tidak suka traffic yang tinggi atau jumlah pengujungnya banyak. Pastinya, Semua webmasters pasti ingin websitenya ramai, karena website ramai menjadi pintu utama datangnya calon konsumen.
Trafik tinggi, namun server tidak siap melayani yang melebihi perkiraan menjadikan website Anda lambat. supaya hal semacam ini tidak terjadi pada website Anda, maka persiapkan server terbaik.
Jika traffic website Anda sudah tinggi dan cukup konstan, jangan lagi memakai shared hosting, apalagi gratisan. Sebab server gratisan dan shared tidak hanya melayani website Anda, sehingga jika ada satu website trafficnya tinggi, akan menganggu keseluruhan isi server.

Itu tadi beberapa penyebab dan solusi yang dapat Anda terapkan pada website yang lemot. Jika Anda ingin membuat website atau ingin memperbarui website yang sudah ada, Anda dapat meghubungi Websweet sebagi Jasa Pembuatan Website Profesional.

Posted in

Share :

Blog Lainnya