Home » Blog » Hal Penting Mengenai Kekurangan Shared Hosting

Hal Penting Mengenai Kekurangan Shared Hosting

by Nur Kamila

shared hosting

Websweetstudio.com Shared hosting adalah salah satu jenis layanan hosting yang paling populer dan murah di pasaran. Dengan shared hosting, Kamu dapat menyimpan situs web Kamu di server yang sama dengan situs web lainnya, dan berbagi sumber daya seperti CPU, RAM, disk space, dan bandwidth.

Shared hosting cocok untuk situs web yang memiliki trafik rendah atau sedang, dan tidak membutuhkan kontrol atau fleksibilitas tinggi. Namun, shared hosting juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Kamu ketahui sebelum memilihnya.

Berikut adalah beberapa hal penting tentang kekurangan shared hosting yang harus Kamu pertimbangkan:

Hal Penting Mengenai Kekurangan Shared Hosting

1. Performa dan Kecepatan yang Tidak Stabil

Salah satu kekurangan shared hosting adalah performa dan kecepatan situs web Kamu dapat dipengaruhi oleh situs web lainnya di server yang sama.

Jika salah satu situs web mengalami lonjakan trafik atau menggunakan sumber daya berlebihan, maka situs web lainnya akan mengalami penurunan performa dan kecepatan. Ini dapat menyebabkan situs web Kamu menjadi lambat, tidak responsif, atau bahkan down.

Untuk mengatasi masalah ini, Kamu dapat memilih penyedia layanan hosting yang memiliki server berkualitas, manajemen sumber daya yang baik, dan fitur optimasi kecepatan seperti caching, CDN, atau kompresi.

Kamu juga dapat memantau penggunaan sumber daya situs web Kamu secara berkala, dan mengurangi beban server dengan menghapus plugin atau tema yang tidak perlu, mengoptimalkan gambar dan kode, atau menggunakan layanan eksternal untuk email, analitik, atau media sosial.

2. Keamanan dan Privasi yang Kurang Terjamin

Keamanan dan privasi adalah aspek penting yang harus Kamu perhatikan saat memilih layanan hosting. Sayangnya, shared hosting memiliki risiko keamanan dan privasi yang lebih tinggi daripada jenis hosting lainnya. Hal ini karena Kamu berbagi server dengan banyak situs web lainnya, yang dapat menjadi sasaran serangan hacker, malware, atau virus.

Jika salah satu situs web terinfeksi atau diretas, maka situs web lainnya di server yang sama juga dapat terpengaruh. Untuk mencegah hal ini terjadi, Kamu harus memilih penyedia layanan hosting yang memiliki fitur keamanan yang kuat, seperti firewall, SSL, backup, pembaruan otomatis, pemindaian malware, dan proteksi DDoS.

Kamu juga harus menjaga keamanan situs web Kamu sendiri dengan menggunakan password yang kuat, mengubah nama pengguna default, membatasi akses login, memperbarui plugin dan tema secara teratur, dan menggunakan plugin keamanan seperti Wordfence atau Sucuri.

3. Keterbatasan Sumber Daya dan Fitur

Keuntungan utama shared hosting adalah harganya yang murah. Namun, harga murah ini juga berarti Kamu akan mendapatkan sumber daya dan fitur yang terbatas.

Beberapa penyedia layanan hosting mungkin memberlakukan batasan pada jumlah disk space, bandwidth, database, email account, subdomain, atau domain parkir yang dapat Kamu gunakan. Beberapa penyedia layanan hosting juga mungkin tidak mendukung bahasa pemrograman tertentu, framework, atau aplikasi.

Untuk menghindari keterbatasan ini, Kamu harus memilih paket shared hosting yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Kamu. Kamu harus membaca syarat dan ketentuan layanan dengan teliti sebelum membeli paket shared hosting.

Kamu juga harus mengecek fitur-fitur yang ditawarkan oleh penyedia layanan hosting, seperti panel kontrol, instalasi otomatis, dukungan teknis, uptime garansi, atau refund policy.

Keutamaan Shared Hosting

Berikut adalah beberapa keutamaan shared hosting yang dapat saya temukan dari hasil pencarian web:

1. Harga Lebih Murah

Cocok bagi pengguna yang ingin menghemat biaya.
Maintenance lebih mudah. Kamu tidak perlu khawatir tentang aspek teknis dari hosting.

2. Mudah di Gunakan

Kamu dapat mengelola situs web Kamu dengan mudah melalui antarmuka yang intuitif.

3. Cocok untuk Blog dan Website Bisnis

Shared hosting menawarkan sumber daya yang mencukupi untuk membangun situs web yang fungsional, seperti disk space, unlimited bandwidth, database, hingga SSL.

Shared hosting cocok untuk situs web yang memiliki trafik rendah atau sedang, dan tidak membutuhkan kontrol atau fleksibilitas tinggi.

Langkah – Langkah Membuat Shared Hosting

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat shared hosting dengan menggunakan panel WHM:

1. Install sistem operasi di VPS

Kamu dapat memilih sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan Kamu, seperti Linux atau Windows. Biasanya, penyedia layanan hosting akan memberikan pilihan sistem operasi saat Kamu memesan VPS.

2. Akses VPS menggunakan SSH

SSH (Secure Shell) adalah protokol yang memungkinkan Kamu untuk mengakses dan mengontrol server secara jarak jauh. Kamu dapat menggunakan aplikasi seperti PuTTY atau Terminal untuk melakukan koneksi SSH ke VPS Kamu.

3. Ubah port SSH di VPS

Port SSH adalah nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi koneksi SSH ke server. Port SSH default adalah 22, tetapi Kamu dapat mengubahnya menjadi port lain untuk meningkatkan keamanan server Kamu. Caranya adalah dengan mengedit file konfigurasi SSH di VPS Kamu dan merestart layanan SSH.

4. Install panel Web Host Manager (WHM)

WHM adalah panel kontrol yang memungkinkan Kamu untuk membuat dan mengelola akun cPanel, yang merupakan antarmuka untuk pengguna akhir hosting. Untuk menginstal WHM, Kamu perlu menjalankan perintah instalasi yang disediakan oleh cPanel di terminal SSH Kamu.

5. Buat akun CPanel

Setelah WHM terinstal, Kamu dapat mengaksesnya melalui browser web dengan menggunakan alamat IP VPS Kamu dan port 2087. Misalnya, https://123.456.789.0:2087. Di sana, Kamu dapat membuat akun cPanel dengan mengisi informasi seperti nama domain, username, password, paket, dan lainnya.

6. Atur Nameserver di WHM

Nameserver adalah server yang bertugas untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Kamu perlu mengatur nameserver di WHM agar domain Kamu dapat terhubung dengan VPS Kamu.

Caranya adalah dengan membuat zona DNS untuk domain Kamu dan menambahkan entri nameserver di sana. Misalnya, ns1.domain.com dan ns2.domain.com.

7. Hubungkan Domain ke WHM

Langkah terakhir adalah menghubungkan domain Kamu ke WHM dengan cara mengubah nameserver domain Kamu di registrar domain tempat Kamu membeli domain tersebut. Kamu perlu mengganti nameserver default dengan nameserver yang telah Kamu buat di WHM tadi. Setelah itu, tunggu beberapa saat hingga perubahan tersebar.

Fungsi Shared Hosting Terhadap Website

Shared hosting adalah jenis web hosting yang servernya digunakan secara bersama oleh beberapa akun website. Fungsi shared hosting terhadap website antara lain adalah:

·         Sebagai Lokasi Database Suatu Website

Shared hosting menyediakan ruang penyimpanan untuk data website, seperti tulisan, gambar, kode pemrograman, dan video.

·         Menjaga Website Agar Selalu Online

Shared hosting memastikan bahwa website dapat diakses oleh pengunjung kapan saja dan dari mana saja.

·         Membuat Email Profesional

Shared hosting memungkinkan Kamu untuk membuat alamat email dengan nama domain Kamu sendiri, seperti nama@domain.com.

·         Melindungi Website

Shared hosting biasanya menyertakan fitur keamanan, seperti firewall, SSL, backup, dan lainnya untuk mencegah serangan hacker atau malware.
Namun, shared hosting juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

·         Potensi Overload yang Tinggi

Karena server digunakan bersama-sama, jika salah satu akun mengalami lonjakan trafik atau kesalahan, maka akan berpengaruh pada akun lainnya.
Akses terbatas. Karena server dikelola oleh penyedia layanan, Kamu tidak dapat mengubah konfigurasi atau instalasi sesuai kebutuhan kamu.

Baca Juga: Revitalisasi Website Anda: Meningkatkan Traffic dengan Pemanfaatan Chat GPT

·         Performa Website yang Berbeda

Karena resource dibagi dengan akun lain, performa website Kamu dapat berubah-ubah tergantung pada beban server. Demikian penjelasan saya tentang fungsi Shared Hosting, kekuran dan Langkah-langkah untuk membuatnya. Semoga bermanfaat!

Posted in

Share :

Blog Lainnya